Selasa, 22 Juli 2014

Tinggal sertaku, Kawan Yang Kudus



lagi dan lagi...
ketika semua ayam sudah masuk kandang dan tidur, ketika seisi rumah sudah bermimpi indah, ketika tidak terdengar suara apapun kecuali dengkuran, mata saya masih 1000 watt!
tiba-tiba teringat sebuah lagu Kidung Jemaat. Lagu yang sederhana, aransemen yang simple, tapi mampu membuat saya menangis...

  "tinggal sertaku Kawan Yang Kudus
   t'lah hampir malam jangan jalan t'rus
   k'lak pertolongan ada padaMu
   marilah Tuhan tinggal sertaku..."

tiba-tiba merasa betapa beratnya hidup ini harus dijalani jika tanpa Tuhan. Sadar satu-satunya tangan yang tetap menuntunku melewati semua proses kehidupan ini adalah tangan Tuhan. Teringat seorang teman yang telah menjadi saudari bagi saya sedang berjuang mempertahankan imannya. 

Jadi saya menangis...
saya menangis karna merasa betapa saya begitu dikasihi Tuhan..
saya menangis karna saya percaya Tuhan yang sama juga pasti sedang menemani saudari saya itu melewati proses kehidupannya..
karna Tuhan yang kami percaya adalah Tuhan yang tinggal beserta kami...

air mata saya semakin deras, pandangan saya jadi kabur, saya jadi susah melanjutkan tulisan.

      "tiada tolongan hanya padaMu
       silakan Tuhan tinggal sertaku..."



Kendari, July 23, 2014
untuk seorang saudari yg sangat saya kasihi
Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar