Sabtu, 13 Juni 2009

_keStabilaN_

Beberapa tahun yang lalu seorang teman pernah berkata kalau saya adalah orang yang stabil dalam mencintai TUHAN. Saya hanya tersenyum sambil sebagian dari diri saya berkata “ Ya iyalah, saya gitu loh. Gak di kampus, gak di gereja, saya aktif melayani. Hari minggu aja bisa sampai 4 kali masuk gereja. Kamis, Jumat, Minggu, saya pasti ada di gereja”.
Beberapa tahun kemudian, saya ingat kembali perkataan itu. Saya adalah orang yang stabil dalam mencintai TUHAN. Kali ini saya tidak berani tersenyum. Saya terdiam.
Teringat bagaimana saya sudah tidak bijaksana lagi dalam menjalani hidup beberapa waktu terakhir ini.
Mungkin memang bukan saya yang memulai kekacauan ini.
Mungkin memang bukan saya yang menabuh genderang perang.
Bukan saya yang menjadi pengkhianatnya.
Tapi sikap saya terhadap kekacauan itu akhirnya membawa saya ada di sini.
Tidak penting siapa yang memulai kekacauan. Yang penting adalah tidak menambah kacau kekacauan itu.
Tidak penting siapa yang lebih dulu menabuh genderang perang. Yang penting adalah tidak menambah bising kegaduhan dengan turut serta menabuh genderang.
Tidak penting siapa yang menjadi pelopor dalam berkhianat. Yang penting adalah jangan menambah banyak jumlah pengkhianatnya.
Menyesal sekali, dengan sangat tidak bijaksana, saya sudah menambah kekacauan, kebisingan dan juga menambah jumlah pengkhianat.
Ternyata saya bukan orang yang stabil dalam mencintai TUHAN.
Karena kalau saya mencintai TUHAN, saya tidak akan buat hal-hal buruk di atas.
Feeling guilty. Merasa menyesal. Merasa jahat.
Tapi apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali. What’s done is done.
Tidak tahu bagaimana caranya membetulkan apa yang sudah rusak.
Tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki kekacauan ini.
Tapi saya ingat satu hal : TUHAN saya ahli dalam membetulkan dan memperbaiki apa yang rusak!
Jadi saya mengubah arah perjalananku dan berjalan mendekatiNya sambil membawa semua kerusakan dan kekacauan ini.

Ps : Tuhan, saya mungkin bukan orang yang stabil dalam mencintaiMu,
Tapi terima kasih untuk kestabilan Tuhan dalam mencintaiku….



Makassar, midnite, 21.02.09. Share

Jumat, 05 Juni 2009

Msi aDa..



aku..menarik napas panjang, menahannya sejenak, kemudian menghembuskannya.
huFF....
rasanya aneh. Sesuatu yg sudah lama sekali (ku kira) hilang dari ingatanku, ternyata tidak betul2 hilang. Msi ada..
Manusia dari masa lampau itu ternyata msi ada..entah di belahan dunia mana dia berada, tp yg pasti dia ternyata msi ada. Di pikiranku. Jauh di alam bawah sadarku.
Susah rupanya untuk benar2 mengenyahkanmu...
Bahkan tahun pun ternyata tak mampu untuk mengalahkan pesonamu.
huFF...
hey kamu, sampai berapa lama mw teruz ada di alam bawah sadarku?
bukannya dulu sudah pamit pergi?
kenapa sekarang datang lagi?
Tau tidak, setiap melihatmu (meski cuma dalam alam bawah sadar) aku jd tergoda untuk mengulurkan tanganku kembali..
Betapa sulitnya diriku menemukan kata yg tepat untuk menggambarkan kamu.
Entah telah berapa kali musim berganti, entah telah sepanjang apa jarak yg tercipta.
Tp kamu tetap kamu. Tidak berubah dan akan selalu seperti itu.
Setidaknya dalam pikiranku.
selamat datang kembali cinta...rupanya msi ada tempatmu di hidupku....rasanya seperti kembali ke masa lalu..




seperti yg diceritakan oleh seorang teman ke saya..sepertinya beberapa qta pun pernah merasakan hal yg sama, atau malah mungkin sedang merasakannya?...
well..friend, let me sing that song for u "follow ur heart, let ur love lead through the darkness..back to a place u once knew.." asli ni lagu beberapa hari terakhir ini slalu terdengar di telinga ^_^





midnite, 06.06.09 _maKassar_ Share