
Suatu hari di negeri antah berantah…
Seekor kodok tersesat di dalam sebuah istana.
Kwok..kwok..kwokkkk..si kodok mulai menampakkan tanda2 kehidupan.
Berusaha menarik perhatian seisi istana agar menyadari keberadaannya.
Sayangnya seisi istana terlalu sibuk hingga tak satu pun yang menyadari keberadaan si kodok.
Si kodok tertunduk lesu. Merasa sedih karena tak ada yang memperhatikannya.
Kwok…kwok…kwoooookkkkk…si kodok menangis sedih.
Memang ada beruang, sapi, panda, gajah, merpati, ular, cicak, buaya dan babi kecil di istana itu, tapi si kodok merasa tak ingin bermain bersama hewan2 itu.
Ahhhh…itu ada makhluk cantik dengan gaun yang sangat indah sedang duduk di tepi sungai.
Hup! Hup! Hup!
Si kodok melompat-lompat gembira ke arah tepi sungai, seakan menemukan teman bermain yang selama ini dicarinya.
Hup! Hup! Hup!
Beberapa puluh lompatan akhirnya mengantarkan si kodok tepat di depan makhluk manis bergaun indah itu.
Tahulah si kodok kalo mahkluk itu adalah seorang Putri di istana tempatnya tersesat.
Lama waktu berlalu, si kodok akhirnya bersahabat dengan sang Putri.
Meski hanya seekor kodok namun sang Putri sangat menyukai bermain bersama si kodok.
Lumayan, kalo melompat-lompat si kodok terlihat begitu lucu ^_^
Hey, rupanya si kodok dapat bercakap-cakap dengan sang Putri!
Meski sang Putri merasa heran bagaimana dia bisa mengerti dg bahasa si kodok dan bagaimana juga si kodok itu biss mengerti bahasa sang Putri?
Letih karena bermain bersama si kodok, akhirnya sang Putri jatuh tertidur.
Ketika tertidur, sang Putri bermimpi bertemu dengan peri yang baik hati.
Peri itu memberitahukan sebuah rahasia, bahwa si kodok yang selama ini bermain dengannya sebenarnya adalah seorang pangeran yang dikutuk oleh penyihir.
Kutukan si penyihir itu dapat dihilangkan tapi bukan dengan ciuman seperti di dongeng2.
Kutukan itu dapat dihilangkan kalo si kodok bisa mencintai dan mengasihi seseorang dengan setulus hatinya.
Tapi si kodok tidak boleh diberi tahu rahasia penangkal kutukannya.
Sebab jika si kodok diberi tahu cara agar kutukannya lepas maka si kodok tidak akan dengan tulus mencintai & mengasihi orang lain.
Si kodok pasti akan melakukannya hanya agar dia bisa kembali menjadi pangeran.
Dan karena hatinya tidak tulus maka kutukan itu tidak akan bisa hilang.
Jadi si kodok harus melakukannya sendiri.
Bukan orang lain, tapi si kodok sendirilah yang bisa membebaskan dirinya dari kutukan si penyihir.
Whusss..! Peri tersebut lenyap dan sang Putri tersadar dari tidurnya.
Mengertilah sang Putri di dalam hatinya mengapa dirinya dan si kodok dapat saling berbicara selama ini.
Mengertilah sang Putri dalam hatinya mengapa si kodok tak suka bermain bersama dengan beruang, sapi, panda, gajah, merpati, ular, cicak, buaya dan babi kecil yang ada di istana itu.
Mengertilah sang Putri dalam hatinya mengapa dia merasa nyaman bermain bersama2 si kodok.
Karena memang si kodok sebenarnya adalah seorang pangeran yang terkena kutukan, bukan kodok sungguhan.
Sang Putri kemudian berjalan mengitari halaman istana untuk menemukan si kodok.
Wuahhhh…si kodok tidak ada!
Cemas dan panik, sang Putri kemudian berlari ke tepian sungai tempatnya biasa bermain dengan si kodok.
Dia pikir si kodok mungkin melompat2 di tepian sungai dan masuk ke dalam sungai.
Ahhhhh, sang putri menarik napas lega…itu si kodok! Nda tercebur ke dalam sungai.
“kodokkkkkkkkk….” Sang Putri berlari sambil berteriak senang memanggil si kodok.
“ayo qta main sama2 lagiiiiiiii…”
“kodokkkkkkkk….” Sang Putri berteriak semakin keras memanggil si kodok
Loh? Si kodok tuli ato apa ya?dipanggil kok nda menjawab?
“kodokkkkkkkkk….” Sekali lagi sang Putri berteriak
Ups, sang Putri berhenti berlari dan berhenti memanggil si kodok.
Rupanya si kodok sedang asyik bermain bersama kodok lainnya.
Hmmmm… pasti kodok wanita, pikir sang Putri. Dasar kodok!
Semenjak hari itu si kodok tidak pernah lagi bermain dengan sang Putri. Si kodok sibuk bermain dengan teman barunya.
Sang Putri? Dari atas menara kamarnya cuma bisa melihat si kodok bermain2 senang dengan kodok barunya.
Hiksssss….sang Putri menangis sedih..
merasa kehilangan teman yang selama ini ada bersama2 dengannya.
Hikssss….sang Putri menangis.
Kali ini bukan menangis sedih, tapi menangis karena merasa bodoh dulu pernah berpikir si kodok mengasihinya dengan tulus jadi si kodok akan bisa berubah menjadi Pangeran untuknya.
Hikssss…kodok bodoh! Pikir sang Putri
Hikssss…Putri yang bodoh juga! Pasti begitu juga pikir si kodok
Hiksss…sudah..sudah, berhenti menangis!
Sang Putri menghapus air matanya.
Sang Putri sadar Peri yang baik hati hanya bilang syarat untuk berubah menjadi Pangeran adalah bila si kodok mampu mengasihi dan mencintai dg setulus hatinya.
Tapi si peri kan tidak pernah bilang bahwa untuk menjadi Pangeran, yang dikasihi dan dicintai dg setulus hati itu harus sang Putri..
Si kodok bebas memilih siapa yang akan dikasihi dan dicintainya dengan setulus hati agar dia kembali menjadi Pangeran.
Lagipula, Putri kan bukan cuma sang Putri seorang? Masih banyak Putri2 lain di luar istana ini.
Walaupun sebenarnya, sang Putri pernah berharap si kodok sungguh2 akan berubah menjadi seorang Pangeran untuknya, akhirnya sang Putri hanya bisa melihat dengan sedih si kodok pergi meninggalkan istana sambil tetap berharap di istana lainnya si kodok akhirnya bisa bertemu dengan Putri yang tepat yang akan membantunya berubah menjadi seorang Pangeran.
.200610. Share
