Beberapa tahun yang lalu seorang teman pernah berkata kalau saya adalah orang yang stabil dalam mencintai TUHAN. Saya hanya tersenyum sambil sebagian dari diri saya berkata “ Ya iyalah, saya gitu loh. Gak di kampus, gak di gereja, saya aktif melayani. Hari minggu aja bisa sampai 4 kali masuk gereja. Kamis, Jumat, Minggu, saya pasti ada di gereja”.
Beberapa tahun kemudian, saya ingat kembali perkataan itu. Saya adalah orang yang stabil dalam mencintai TUHAN. Kali ini saya tidak berani tersenyum. Saya terdiam.
Teringat bagaimana saya sudah tidak bijaksana lagi dalam menjalani hidup beberapa waktu terakhir ini.
Mungkin memang bukan saya yang memulai kekacauan ini.
Mungkin memang bukan saya yang menabuh genderang perang.
Bukan saya yang menjadi pengkhianatnya.
Tapi sikap saya terhadap kekacauan itu akhirnya membawa saya ada di sini.
Tidak penting siapa yang memulai kekacauan. Yang penting adalah tidak menambah kacau kekacauan itu.
Tidak penting siapa yang lebih dulu menabuh genderang perang. Yang penting adalah tidak menambah bising kegaduhan dengan turut serta menabuh genderang.
Tidak penting siapa yang menjadi pelopor dalam berkhianat. Yang penting adalah jangan menambah banyak jumlah pengkhianatnya.
Menyesal sekali, dengan sangat tidak bijaksana, saya sudah menambah kekacauan, kebisingan dan juga menambah jumlah pengkhianat.
Ternyata saya bukan orang yang stabil dalam mencintai TUHAN.
Karena kalau saya mencintai TUHAN, saya tidak akan buat hal-hal buruk di atas.
Feeling guilty. Merasa menyesal. Merasa jahat.
Tapi apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali. What’s done is done.
Tidak tahu bagaimana caranya membetulkan apa yang sudah rusak.
Tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki kekacauan ini.
Tapi saya ingat satu hal : TUHAN saya ahli dalam membetulkan dan memperbaiki apa yang rusak!
Jadi saya mengubah arah perjalananku dan berjalan mendekatiNya sambil membawa semua kerusakan dan kekacauan ini.
Ps : Tuhan, saya mungkin bukan orang yang stabil dalam mencintaiMu,
Tapi terima kasih untuk kestabilan Tuhan dalam mencintaiku….
Makassar, midnite, 21.02.09.
Share
Tidak ada komentar:
Posting Komentar